Patahan terjadi ketika suatu batuan
mengalami retakan terlebih dahulu yang kejadian ini berkaitan erat dengan
tekanan dan kekuatan batuan yang mendapatkan gaya sehingga timbul adanya
retakan (fracture). Tekanan yang diberikan mampu memberikan perubahan pada
batuan dengan waktu yang sangat lama dan hingga memberikan gerakan sebesar
seperseratus sentimeter dan bahkan sampai beberapa meter. Ketika ini terjadi,
maka akan timbul sebuah gaya yang sangat besar yang berdampak getaran bagi
sekitarnya saat suatu batuan mengalami patahan atau yang sering kita sebut
dengan gempa. Arah pergerakan pada suatu patahan tergantung pada kekuatan
batuan. Patahan diakibatkan oleh batuan yang ditekankan atau mendapatkan gaya
yang pada umumnya dalam bentuk tekanan ( pada umumnya membentuk lipatan) yang
kemudian batuan dapat pecah.
Patahan adalah istilah yang menandai adanya gaya
tekan atau tekanan dan terjadi secara alami yang geometris.
Patahan terdiri dari beberapa tipe
yang diantaranya :
1. Dip – Slip Fault.
Normal Fault.
Patahan normal adalah patahan yang
terjadi pada batuan yang salah satu bagiannya mengalami pergerakan ke bawah
terhadap keadaan asalnya. Gerakan patahan ini adalah disebabkan oleh
kekuatan tegang dan mengakibatkan perluasan (ada bidang fault plane). Nama lain
adalah normal-slip fault, patahan gaya berat atau patahan tegang.
Reserve Fault.
Pada reserve fault adalah kebalikan
dari normal fault. Yaitu arah patahan bagian batuan adalah naik terhadap
keadaan awal batuan. Gerakan patahhan ini disebabkan oleh kekuatan compresional
(tekanan) yang mengakibatkan pemendekan atau penyempitan.
2. Strike – Slip Fault.
Patahan Strike – Slip ini merupakan
patahan yang terjadi pada batuan yang arah patahannya secara horizontal. Bagian
yang bergerak menjauhi bagian kanan bidang dinamanakan left-fault. Dan
sebaliknya apabila bagian yang bergerak menjauhi bagian kiri bidang dinamakan
right-fault. Patahan ini terjadi karena gaya yang mengenai sebuah batuan
berasal dari samping atau gaya melintang.
3. Oblique – Slip Fault.
Oblique – Slip Fault merupakan
kejadian yang merupakan gabungan dari Dip-Slip fault dan strike-slip fault.
Sehingga pergerakan batuan terjadi secara naik atau turun dan juga mengalami
pergerakan secara horisontal ke kanan atau ke kiri. Sehingga pergerakan yang
timbul secara vertikal dan horizontal. Patahan ini disebabkan oleh gaya tekan
dari atas atau dari bawah dan juga gaya samping yang diberikan / dikenakan pada
batuan.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking